A. masyarakat Indonesia. Oleh karena hal tersebut,

A.       
LATAR BELAKANG

Sebagai sebuah negara kepulauan, wilayah Indonesia terbagi
ke dalam pulau-pulau dan lautan yang mengelilinginya. Luasnya lautan Indonesia
dan membagi jarak antar satu pulau dengan pulau lainnya membuat pemerintah
perlu menyediakan transportasi untuk memudahkan mobilisasi orang, barang maupun
Jasa. Tentu lautan indonesia yang luas tak ingin menjadi penghambat dalam
mobilisasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia. Oleh karena hal
tersebut, pemerintah Indonesia melakukan pembangunan untuk meningkatkan mutu
dan kualitas dari transportasi Indonesia, salah satunya adalah Transportasi
Laut Indonesia. Transportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi
nasional perlu dikembangkan dalam rangka mewujudkan wawasan nusantara yang
mempersatukan seluruh wilayah Indonesia, termasuk lautan nusantara sebagai
kesatuan wilayah nasional. Pengembangan transportasi laut harus mampu
menggerakkan pembangunan Indonesia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Transportasi laut memiliki banyak sekali manfaat
terutama di era globalisasi. Dinamika perekonomian yang semakin kompleks
menyebabkan peningkatan perpindahan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
pasar. Perdagangan yang tak lagi hanya antar kota, pulau hingga antar negara
membuat peran dari transportasi laut cukup penting. Terlebih adanya Masyarakat
Ekonomi ASEAN yang meningkatkan mobilisasi barang dan jasa antar negara-negara
ASEAN menjadikan Transportasi Laut Indonesia sebagai transportasi alternatif untuk
tak hanya membantu pergerakan roda perekonomian negara tetapi juga membantu
mencapai kepentingan nasional.

 

Transportasi laut di dalam peraturan negara Indonesia
termasuk ke dalam Sistem Transportasi Nasional yang menjadi salah satu pilihan
transportasi yang ada di Indonesia. Transportasi darat, udara maupun laut
diatur di dalam Sistem Transportasi Nasional dan dinaungi oleh Undang-Undang.
Pemerintah pusat membentuk Sistem Transportasi Nasional, yang kemudian
disingkat menjadi SISTRASNAS, sebagai tatanan transportasi yang terorganisasi
secara kesisteman ini terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api,
transportasi sungai, danau, transportasi penyebrangan, transportasi laut yang
masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana yang saling berinteraksi
membentuk sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif, efisien, terpadu dan
harmonis, berkembang secara dinamis.

 

Kebermanfaatan Tranportasi Laut di SISTRASNAS ini akan
dibahas ke dalam dua sektor, yakni sektor perdagangan dan pariwisata.

 

B.       
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan
sebelumnya, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain
sebagai berikut :

 

1.    Pengertian transportasi secara umum.

2.    Pengertian Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS).

3.    Manfaat transportasi laut dalam SISTRANAS dengan
tinjauan dari dua sektor, yaitu sektor perdagangan dan pariwisata.

 

C.       
TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah berjudul “Manfaat
Transportasi Laut dalam Sistem Transportasi Nasional” antara lain sebagai
berikut :

 

1.    Untuk mengetahui transportasi secara umum, dan
transportasi laut secara khusus.

2.    Untuk mengetahui manfaat dari transportasi laut dalam
Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS).

 

 

D.       
TRANSPORTASI

Pengertian transportasi adalah pengangkutan manusia
atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya yang dilakukan dalam waktu
tertentu dengan menggunakan suatu sarana berupa kendaraan yang digerakkan oleh
tenaga manusia, hewan, mau pun mesin. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
transportasi berarti pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai
dengan kemajuan teknologi. Beberapa Ahli memiliki definisi tersendiri namun
masih dalam artian yang sama, seperti menurut Papacostas (1987), transportasi didefinisikan sebagai suatu system
yang terdiri dari fasilitas tertentu beserta arus dan system kontrol yang
memungkinkan orang atau barang dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain
secara efisien dalam setiap waktu untuk mendukung aktivitas manusia.
Sedangkan menurut Steenbrink (1974), transportasi
adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan
dari dank e tempat-tempat yang terpisah secara geografis.

 

Sedangkan, moda transportasi merupakan sistem yang
dipergunakan untuk melakukan pengangkutan baik manusia maupun barang dari satu
tempat ke tempat lain. Moda transportasi biasanya terbagi menjadi 3 (tiga),
yaitu :

 

1.    Moda transportasi darat, di mana merupakan
pengangkutan yang dilakukan di darat dengan menggunakan sarana seperti sepeda
motor, mobil, bus, truk, mau pun kereta api.

2.    Moda transportasi laut, di mana merupakan pengangkutan
yang dilakukan melalui laut dengan menggunakan sarana seperti rakit, perahu, mau
pun kapal.

3.    Moda transportasi udara, di mana merupakan
pengangkutan yang dilakukan melalui udara dengan menggunakan pesawat.

 

 

E.       
SISTEM TRANSPORTASI
NASIONAL (SISTRANAS)

Pengertian Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS)
yang dikutip dari website Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian
Perhubungan Republik Indonesia adalah tatanan transportasi yang terorganisasi
secara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api,
transportasi sungai dan danau, transportasi penyeberangan, transportasi laut,
transportasi udara, serta transportasi pipa, yang masing-masing terdiri dari
sarana dan prasarana, kecuali pipa, yang saling berinteraksi dengan dukungan
perangkat lunak dan perangkat pikir membentuk suatu sistem pelayanan
transportasi yang efektif dan efisien, berfungsi melayani perpindahan orang
dan/atau barang, yang terus berkembang secara dinamis.

 

Adanya SISTRANAS memiliki tujuan demi terwujudnya
transportasi yang efektif dan efisien dalam menunjang sekaligus untuk
menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas, baik untuk manusia
maupun barang dan jasa, serta untuk membantu terciptanya distribusi nasional
yang dinamis.

 

Selain itu, keterpaduan juga merupakan salah satu
tujuan dari SISTRANAS, di mana keterpaduan tersebut diharapkan dapat terjadi
dari segi fisik mau pun operasional. Keterpaduan fisik ini nantinya dapat
dilihat pada pembangunan prasarana transportasi dari berbagai moda yang
dibangun dalam satu tempat yang terintegrasi dari satu moda ke moda lainnya. Sedangkan
keterpaduan operasional merupakan pengelolaan dari berbagai jenis moda transportasi
yang menjadi satu, mulai dari jadwal pelayanan, ticketing yang dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi,
dan lain sebagainya.

 

 

F.        
TRANSPORTASI LAUT
DALAM SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL (SISTRANAS)

Negara Kesatuan Republik Indonesia diketahui memiliki
17.504 pulau yang terdiri dari pulau besar dan kecil, dengan total luas daratan
1.922.750 km2 dengan luas perairan mencapai 3.257.483 km2.
Dengan luas perairan yang hampir mencapai dua kali lipat dari luas daratan yang
ada, hal ini tentunya dapat menjadi alasan yang kuat untuk mengembangkan
transportasi laut di Indonesia. Perpindahan dari satu pulau ke pulau lain yang
berjarak cukup jauh dan dibatasi oleh perairan yang luas, memberikan
keterbatasan pilihan moda transportasi antara laut dan udara. Padahal, sampai
saat ini, moda transportasi udara masih memerlukan biaya yang cukup besar dalam
sekali angkut. Belum lagi, perdagangan baik itu perdagangan domestik maupun
internasional, lebih memilih menggunakan jasa transportasi laut. Hal ini
dikarenakan jumlah barang yang diangkut besar, sedangkan pengiriman akan memakan
ongkos yang mahal jika dilakukan melalui jalur udara.

 

Dalam Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS),
transportasi laut memiliki peran yang sama pentingnya dengan transportasi darat
dan udara. Transportasi laut dapat meningkatkan nilai ekonomi usaha,
dikarenakan transportasi laut dapat menjadi pilihan alternatif ketika biaya
transportasi darat dan udara cukup tinggi untuk melaksanakan distribusi produk
ke pasaran. Hal ini tentunya akan memperkecil ongkos pengiriman yang nantinya
dapat menekan harga jual produk ke pasaran. Contohnya saja, dengan adanya
kebijakan tol laut yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke
Provinsi Papua dan Papua Barat, berhasil meningkatkan suplai kebutuhan bahan
pokok dan aneka barang lainnya. Adanya peningkatan suplai barang tersebut dengan
transportasi laut tentunya akan memicu turunnya harga-harga bahan pokok di
Provinsi Papua dan Papua Barat, serta meningkatkan transaksi perdagangan dan
gairah di bidang ekonomi usaha menuju ke aspek yang lebih positif. Tol laut
sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang berfokus pada pembangunan
transportasi laut berupa sistem logistik kelautan yang melayani pengiriman dari
Sabang sampai dengan Merauke. Presiden Jokowi menguraikan pemikiran tol laut
berdasar pada kondisi wilayah perairan yang luasnya 2/3 dari luas Indonesia
kurang diperhatikan. Rute kapal dalam konsep tol laut tersebut meliputi Aceh,
Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku sampai Papua. Jalur tersebut akan
menjadi rute utama, sedangkan distribusi ke kepulauan lain menggunakan
kapal-kapal lebih kecil dibanding dengan armada di jalur utama. Presiden
menilai bila kapal yang melintas di jalur utama tersebut rutin berlayar maka
harga kebutuhan di Papua tidak akan selisih banyak dibanding di Jawa. Paling
mahal selisih harga separuhnya, itupun bila sudah di pedalaman. Namun, tanpa
jalur distribusi yang baik harga pun berlipat-lipat. Bila sistem logistik yang
diintegrasikan dengan sistem logistik nasional ini berjalan maka daya saing
produk dalam negeri naik. Pasalnya, biaya logistik murah maka harga produk juga
semakin terjangkau.