BAB berbeda-beda tergantung dari pekerjaan apa yang

BABIPENDAHULUANA. Isu / Problem KeilmuanKeputusan untuk kuliahsambil bekerja merupakan keputusan yang berisiko dan tidak mudah untuk dilakukan. Namun risiko tersebut berbeda-beda tergantung dari pekerjaanapa yang dipilih. Kuliah merupakan waktu yang biasanya digunakanmahasiswa untuk belajar danmempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Namun, tidak sedikitorang-orang yang kuliah sambil bekerja. Kuliah sambil bekerja tidak salahselama kita masih bisa tetap fokus kuliah, daripada fokus utuk bekerja. Jikakita fokus mencari uang, istilah yang lebih tepat digunakan adalah kerja sambilkuliah.

Kuliah sambil bekerja berarti mengambil dua kesibukan sekaligus. Kuliahsambil bekerja akan berdampak bagi mahasiswa, dampak yang didapatkan mahasiswabisa berupa dampak postif maupun dampak negatif.Banyak alasan yang digunakanmahasiswa dalam memilih kuliah sambil bekerja. Alasan yang paling seringditemui adalah permasalahan ekonomi.

Biasanya biaya yang digunakan untuk kuliahdan memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhanhidupnya. Permasalahan ekonomi ini banyak ditemui bagi mahasiswa yang kuliahmerantau atau di luar daerah asalnya, misalnya kuliah di luar kotamaupun di luar negeri. Selain permasalah ekonomi, banyak pula yangmemilih untuk kuliah sambilbekerja karena ingin mengembangkan bakatnya, sekaligus mempersiapkan diri agarlebih matang saat memasuki dunia kerja.

Pekerjaan-pekerjaan yangbiasanya dilakukan mahasiswa sangat beragam. Jika tujuan utamanya adalah untukmemenuhi kebutuhan ekonominya dan belum mempunyai keahlian tertentu, biasanyamereka akan melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana yang tidak memerlukankeahlian khusus. Misalnya, menjaga warnet (warung internet), jasa pengetikan,karyawan rumah makan, pramusaji, maupun sebagai sales. Namun berbeda denganmahasiswa yang bekerja dengan alasan untuk menyalurkan bakatnya. Mereka yangsuka fotografi bisa menjadi juru potret, mereka yang memiliki keahlian dibidang bahasa bisa menjadi guru les privat, mahasiswa yang suka menulis bisamenjadi wartawan atau menulis artikel di koran atau majalah. Pekerjaan lainyang biasa dilakoni juga seperti mengajar di sekolahatau melatih di klub olahraga,membuat design, sebagai penerjemah,maupun berbisnis online sesuai bakatyang dimiliki.Di zaman modern dan global ini, dunia kerja tidak hanyamenuntut seseorang sebagai insan yang pintar, namun juga profesional danmemiliki daya keatifitas yang tinggi. Sebagai mahasiswa yang nantinya akanmemasuki dunia kerja, merupakan nilai tambah bagi mereka jika saat menjadimahasiswa sudah pernah terjun dan bersentuhan langsung dengan dunia kerja.

Mahasiswayang kuliah sambil bekerja akan memiliki pengalaman lebih banyak dibandingkandengan mahasiswa lain yang sama sekali belum pernah bersentuhan dengan duniakerja. Selain itu, dengan kuliah sambil bekerja dapat mematangkan pola pikirindividu saat memasuki dunia kerja, mengembangkan jiwa kemandirian, danmenghubungkan antara teori yang didapat di kampus dengan kenyataan di duniakerja.Karena memiliki penghasilantambahan, mahasiswa dapat membiayai kuliahnya sendiri bahkan kebutuhansehari-harinya. Hal tersebut berarti mahasiswa akan merasa bangga dengandirinya sendiri karena tidak lagi merepotkan orangtuanya. Meskipun dilain pihak, orangtua mahasiswa tersebuttergolong mampu, namun biasanya saat seseorang sudah bisa membiayai dirisendiri dan menjadi mandiri, maka akan timbul kebanggaan dalam dirinya. Hasilpenelitian yang dilakukan oleh Mueller (dalam Kosine dan Lewis, 2008)mengemukakan bahwa individu yang menemukan kepuasan pada pekerjaannyamenunjukkan tingkat komitmen, kompetensi, produktivitas, dan penyesuaian diriyang tinggi.Kuliah sambil bekerja,berarti membagi waktu kuliah dengan bekerja.

Dengan terbaginya waktu kuliahmahasiswa, maka waktu untuk mengerjakan tugas kuliah, berkumpul bersamateman-teman, maupun keluarga akan berkurang juga. Tidak jarang pula ditemui,jika waktu kuliah berbenturan dengan waktu bekerja, hal ini berarti kita harusmemilih antara kuliah atau bekerja yang harus diprioritaskan.Bekerja sambil kuliah bukanhal yang mudah dilakukaan, namun bukan berarti tidak biasdilakukan. Hal yang perludiperhatikan adalah cara untuk mensiasati dua kegiatan tersebut agar keduanyadapat berjalan beriringan dan tidak mengalami kendala dalam pelaksanaanya. Halyang paling penting adalah seorang mahasiswa harus bisa mengatur waktu denganbaik, sehingga kuliah dan pekerjaan akan berjalan dengan baik, tanpa ada salahsatu yang perlu dikorbankan akibat tidak bisa membagi waktu dengan baik.Membagi waktu dengan baik bisa disiasati dengan cara memilih pekerjaan freelance atau bekerja dengan sistemkerja selingan (pagi atau malam), sehingga mahasiswa bisa mengatur waktu antarakuliah dan bekerja.

Ketika mereka memutuskankuliah sambil bekerja, berarti mereka harus siap pada dampak-dampak yang kurangmenyenangkan dari apa yang mereka bayangkan. Memfokuskan diri terhadap duaaktifitas sekaligus akan menguras tenaga dan pikiran mereka. Mereka akanberfikir lebih keras agar keduanya dapat berjalan lancar secara bersamaan. Olehkarena itu, tidak jarang orang yang kuliah sambil bekerja mengalami stres. Streskarena memikirkan tugas-tugas kuliah dan prestasi yang harus dikejar, dilain pihak juga harusmemikirkan beban pekerjaannya.B.

Rumusan MasalahBerdasarkan latarbelakang masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:Bagaimana olahraga dapat mengatasi stres?C. Tujuan MakalahMengacu pada rumusanmasalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan makalah ini yaitu: Mengetahuiperan olahraga dalam mengatasi stres.D.

Kegunaan MakalahMakalah yangberkenaan dengan tubuh sebagai objek dalam olahraga ini disusun dengan harapandapat memberi manfaat bagi penulis dan pembaca, baik secara teoretis maupunsecara praktis sebagai :1.    wahanapenambah pengetahuan dan konsep keilmuan ;2.    bahanmasukan dan informasi ilmiah ; dan3.    kajiankeilmuan keolahragaan yang diharapkan dapat terus berkembang dari generasi kegenerasi mendatang.E. Prosedur MakalahMakalahini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif.

Melalui metode ini penulis akan menguraikanpermasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data teoretis dalammakalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka.               BABIIKAJIANA. Aksiologi OlahragaAksiologi(aspek ketiga) berkaitan dengan nilai-nilai, untuk apa manfaat suatu kajian.

Secara aksiologi olahraga mengandung nilai-nilai ideologi, politik, ekonomi,sosial, budaya dan strategis dalam pengikat ketahanan nasional (KDI Keolahragaan,2000: 36). Sisi luar aksiologis ini menempati porsi yang paling banyak,dibandingkan sisi dalamnya yang memang lebih sarat filosofinya. Kecenderungan-kecenderungansisi aksiologi keolahragaan ini secara akademis menempati sisi yang tak bisadiabaikan, bahkan cenderung paling banyak diminati untuk dieksplorasi. Initermasuk dari sisi estetisnya, di mana Randolph Feezell mengulasnya secarafenomenologis, selain dimensi naratifnya (Feezell, 1989: 204-220).

Kemungkinannilai etisnya, Dietmar Mieth (1989: 79-92) membahasnya secara ekstensif dankomprehensif. Thomas Ryan (1989: 110-118) membahas kaitan olahraga dengan arahspiritualitasnya. Nancy Shinabargar (1989: 44-53) secara sosiologis membahasdimensi feminis dalam olahraga.

Yang tersebut di atas adalah beberapa contohcakupan dimensi ilmu keolahragaan dalam filsafat ilmu, di mana ekstensifikasidan intensifikasi masih luas menantang.Kajianaksiologis dapat menunjukkan bahwa ilmu keolahragaan dan aplikasinya dalambentuk aktivitas keolahragaan ternyata memiliki nilai-nilai positif berkenaandengan realitas kehidupan individu maupun masyarakat luas secara universal.Disamping nilai-nilai pembentukan dan pendidikan sebagai nilai-nilai utama,nilai survival bagi kehidupan umat manusia merupakan nilai yang lebihesensial. Nilai-nilai lain sebagai nilai ikutannya adalah berpotensi untukmemberikan sumbangan dalam membentuk kehidupan masyarakat dan umat manusiadalam kebersamaan tanpa mamandang perbedaan suku, ras, bangsa, agama, danbudaya.

Dalam skala yang lebih bersifat sektoral, memiliki nilai-nilai dapatmenyumbang terbentuknya dinamika kehidupan sosial, budaya, ekonomi, ideologi,politik, hukum, keamanan, dan ketahanan bangsa.B. PerubahanSosialManusia adalah makhluk bermain (homoludens). Integritas, keutuhan dan pengenalan diri seorang manusia akanmenjadi lebih transparan ketika ia tengah bermain.

Dalam kaitannya dengan homoludens, ada pembeda yang sangat substantif antara ludens yang terdapat padamanusia dan ludens yang terdapat pada hewan. Letak pembeda itu adalah kesadarandan integritasnya. Pada hewan ludesns-nya dikendalikan oleh naluri, instingyang bersifat refleks dan bukan refleksif. Pada manusia, ludens-nya dikendalikanoleh akal, otonomi, integritas dan kesadaran (consciousness).Kehidupanpada hakekatnya akan terus selalu berkembang.

Dalam konteks sosial, tidak adamasyarakat yang bersifat statis, namun cenderung berubah. Yang konstan adalahperubahan itu sendiri. Perubahan dapat bersifat cepat atau lambat, berkembangke arah yang lebih baik (Progress) atau mundur ke arah sebelumnya (Regress),berwujud dan dapat disaksikan (Manifest) atau hanya sekedar tersamar (Latent).Masalahnya adalah, bahwa setiap perubahan yang terjadi dalam masyarakatakan selalu memunculkan risiko kehidupan sosial atau ketidakpastian sosial.

Wujud dari ketidakpastian sosial tersebut bermacam-macam. Dalam kontekskekinian, tatanan sosial yang baru (modern) lebih menekankan pada rasionalisasiyang bersifat progresif. Di sisi lain, masyarakat yang mengalami transformasi,solidaritas bukan lagi menjadi prioritas, melainkan lebih individualis atauberorientasi pada pertimbangan untung rugi.Gayahidup instan menjadi bagian kehidupan masyarakat kita. Akibat tidak langsungyang menonjol adalah suburnya perilaku generasi muda yang kurang sabar, kurangtoleransi, menyenangi sesuatu yang praktis dan cepat. Sadar maupun tidak.

Sukaatau tidak suka, itulah realitas sosial yang sedang kita hadapi. Kebudayaanyang sedang kita alami saat ini merupakan proses transformasi sosial yangkompleks dan cukup sulit untuk diprediksi. Pertanyaannya adalah, benarkah olahragadapat berpengaruh atas perkembangan sosial? Sejauh mana olahraga itu berperan?Di manakah posisi olahraga akan kita tempatkan? Apakah olahraga masih dapatdiandalkan untuk menjadi solusi atas perubahan ini? ataukah justru olahragasemakin menjadi bagian dari perubahan yang tengah terjadi? Semoga makalah inisedikit banyak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.C. OlahragaKesadaran bahwaolahraga merupakan ilmu secara internasional mulai muncul pertengahan abad 20,dan di Indonesia secara resmi dibakukan melalui deklarasi ilmu olahraga tahun1998. Beberapa akademisi dan masyarakat awam memang masih pesimis terhadapeksistensi ilmu olahraga, khususnya di Indonesia, terutama dengan melihatkajian dan wacana akademis yang masih sangat terbatas dan kurang integral.Namun sebagai suatu ilmu baru yang diakui secara luas, ilmu olahraga berkembangseiring kompleksitas permasalahan yang ada dengan ketertarikan-ketertarikanilmiah yang mulai bergairah menunjukkan eksistensi ilmu baru ini ke arahkemapanan.

Olahraga, sebagaimana yang dikatakan Richard Scaht (1998: 124),seperti halnya sex, terlalu penting untuk dikacaukan dengan tema lain. Initidak hanya tentang latihan demi kesehatan. Tidak hanya permainan untukhiburan, atau menghabiskan waktu luang, atau untuk kombinasi dari maksud sosialdan rekreasional.Olahraga adalahaktivitas yang memiliki akar eksistensi ontologis sangat alami, yang dapat diamatisejak bayi dalam kandungan sampai dengan bentuk-bentuk gerakan terlatih. Olahragajuga adalah permainan, senada dengan eksistensi manusiawi sebagai makhlukbermain (homo ludens-nya Huizinga).

Olahraga adalah tontonan, yangmemiliki akar sejarah yang panjang, sejak jaman Yunani Kuno dengan arete,agon, pentathlon sampai dengan Olympic Games di masa modern, di manadalam sejarahnya, perang dan damai selalu mengawal peristiwa keolahragaan itu.Olahraga adalah fenomena multidimensi, seperti halnya manusia itu sendiri. Mitosdan agama Yunani awal menampilkan suatu pandangan dunia yang membantuperkembangan kesalinghubungan intrinsik antara makna olahraga dan budaya dasar.Keduanya juga merefleksikan kondisi terbatas dari eksistensi keduniaan, danbukan sebagai kerajaan transenden dari pembebasan. Nuansa keduniawian tampakpula pada ekspresi naratif tentang kehidupan, rentang luas pengalamanmanusiawi, situasionalnya dan suka dukanya. Manifestasi kesakralan terwujuddalam prestasi dan kekuasaan duniawi, kecantikan visual dan campuran dari dayapersaingan mempengaruhi situasi kemanusiaan (Hatab, 1998: 98). Perspektifnaturalistik Nietzsche ini menjelaskan mengapa banyak orang menyukai permainandan menyaksikan pertandingan olahraga, dan kenapa hal-hal tersebut dapatdianggap memiliki nilai dan manfaat yang besar.

Pertunjukan atletik adalahpenampilan dan proses produksi makna kultural penting. Ini dapat dilihat dariefek kesehatan dan pengembangan keahlian fisik. Selain itu, pertunjukanolahraga juga dapat dipahami sebagai tontonan publik yang mendramatisirketerbatasan dunia yang hidup, prestasi teatrikal dari keadaan umat manusia,pengejaran, perjuangan-perjuangan sukses dan gagal.Dari sudut pandangpengembangan sumber daya manusia, sudah jelas bahwa olahraga dapat menanamkankebajikan-kebajikan tertentu dalam keikutsertaan disiplin, kerja tim,keberanian dan intelegensi praktis (Hatab, 1998: 103). “Aktivitas”, sebagaikata yang mewakili definisi olahraga, menunjukkan suatu gerak, dalam hal inigerak manusia, manusia yang menggerakkan dirinya secara sadar dan bertujuan.Oleh karena itu, menurut KDI keolahragaan, obyek material ilmu keolahragaanadalah gerak insani dan obyek formalnya adalah gerak manusia dalam rangkapembentukan dan pendidikan.

Dalam hal ini, raga / tubuh adalah sasaran yangterpenting dan paling mendasar.D.Stres            MenurutSoegijanto Sd. yang dikutip oleh Suryanto (2002: 45) stres adalahinteraksi antara organisme atau individudengan lingkungannya. Pendapat lain mengatakan bahwa stres adalah suatu tekananyang tidak dapat diatasi oleh seseorang, sehingga menimbulkan masalah kesehatandan perilaku. Tekanan bisa berasal dari diri sendiri maupun lingkungan atauorang lain. Tekanan dari diri sendiri (internal), misalnya: merasa gagal, tubuhyang tidak sempurna, kemiskinan, perkawinan yang tidak bahagia, dll. Tekanandari lingkungan atau orang lain (eksternal), misalnya: sikap teman kerja yangtidak kooperatif, pekerjaan terlalu banyak, tempat tinggal yang tidak nyaman,dll.

(Zenko, 2010: 1).Terry Beehr dan John Newman (dalam Rice, 1999) mengkajiulang beberapa kasus stres dan menyimpulkan tiga gejala dari pada individu,yaitu:1.Gejala psikologis·        Kecemasan,ketegangan, kebingungan dan mudah tersinggung·        Perasaanfrustrasi, rasa marah, dan dendam (kebencian)·        Sensitifdan hyperreactivity·        Memendamperasaan, penarikan diri, dan depresi·        Komunikasiyang tidak efektif·        Perasaanterkucil dan terasing·        Kebosanandan ketidakpuasan belajar·        Kelelahanmental, penurunan fungsi intelektual, dan kehilangan konsentrasi·        Kehilanganspontanitas dan kreativitas·        Menurunnyarasa percaya diri2.Gejala fisiologis·        Meningkatnyadenyut jantung, tekanan darah, dan kecenderungan mengalami penyakitkardiovaskular·        Meningkatnyasekresi dari hormon stres (contoh: adrenalin dan noradrenalin)·        Gangguangastrointestinal (misalnya gangguan lambung)·        Meningkatnyafrekuensi dari luka fisik dan kecelakaan·        Kelelahansecara fisik dan kemungkinan mengalami sindrom kelelahan yang kronis (chronic fatigue syndrome)·         Gangguan pernapasan, termasuk gangguan darikondisi yang ada·        Gangguanpada kulit·        Sakitkepala, sakit pada punggung bagian bawah, ketegangan otot·        Gangguantidur·        Rusaknyafungsi imun tubuh, termasuk risiko tinggi kemungkinan terkena kanker3.Gejala perilaku·        Menunda,menghindari tugas,dan absen dari perkuliahan·        Menurunnyaprestasi (performance) danproduktivitas·        Meningkatnyapenggunaan minuman keras dan obat-obatan·        Perilakusabotase dalam pekerjaan·        Perilakumakan yang tidak normal (kebanyakan) sebagai pelampiasan, mengarah ke obesitas·        Perilakumakan yang tidak normal (kekurangan) sebagai bentuk penarikan diri dankehilangan berat badan secara tiba-tiba, kemungkinan berkombinasi dengantanda-tanda depresi·        Meningkatnyakecenderungan berperilaku berisiko tinggi, seperti menyetir dengan tidak hati-hati danberjudi·        Meningkatnyaagresivitas, vandalisme, dan kriminalitas·        Menurunnyakualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman·        Kecenderunganuntuk melakukan bunuh diriAdapungejala-gejala stres di tempat kuliah yang sering terjadi, yaitu meliputi:·        Kepuasankinerja rendah·        Kinerjayang menurun·        Semangatdan energi menjadi hilang·        Komunikasitidak lancar·        Pengambilankeputusan jelek·        Kreatifitasdan inovasi kurang·        Bergulatpada tugas-tugas yang tidak produktifE.Perspektif Mengenai Olahraga sebagai Solusi Mengatasi Stres            Di zamankekinian yang semakin berkembang dari hari ke hari menuntut manusia lebihproduktif.

Persaingan sudah semakin merambah dalam segala bidang, baik itu padasektor pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya. Dikalamasyarakat banyak yang berperilaku konsumtif, di sisi lain ada jugagolongan-golongan yang terus mengembangkan diri untuk menjadi produktif. Salahsatunya adalah insan cendikia (mahasiswa).

Ada berbagai karakteristik mahasiswapada era modern ini dan sering kita temui mahasiswa yang di samping menunaikankewajibannya kuliah di dalam kelas, mereka juga bekerja untuk memenuhikebutuhan ekonomi dan atau untuk mengasah keahliannya (misal: mengajar disekolah atau melatih di klub olahraga). Sudah barang tentu selain menghasilkanuang, kuliah sambil bekerja juga akan menimbulkan efek negatif, salah satunyaadalah stres.  Dalam perspektif tersebut,penulis melihat adanya peran guna olahraga dalam mengatasi masalah (stres)tersebut.

Tentunya agar individu yang mengalaminya bisa lebih siap menghadapitantangan hidup dan lebih produktif. Stres yang berat jika tak terkendali bisamembuat seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Stres dapat menjadipenyebab timbulnya masalah serius terhadap kesehatan dan emosional. Mencaricara untuk mengelola stres adalah bagian yang penting untuk menjaga diri kitasendiri.

Melakukanolahraga secara teratur untuk kebugaran merupakan salah satu cara terbaik untukmengurangi stres (Brotherbangun.com, 2010: 1). Olahraga adalah serangkaiangerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak dan meningkatkankemampuan gerak.

Seperti halnya makan, gerak (olahraga) merupakan kebutuhanhidup yang sifatnya terus menerus, artinya olahraga sebagai alat untuk mempertahankanhidup, memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan sepertihalnya makan, Olahraga pun hanya akan dapat dinikmati dan bermanfaat bagikesehatan pada mereka yang melakukan kegiatan olahraga. Tetapi bagaimanaolahraga dapat menyehatkan dan berapa berat orang harus melakukan untuk menjadilebih sehat. Adapun konsep olahraga kesehatan adalah padat gerak, bebas stres, singkat(cukup 10 – 30 menit tanpa henti), adekuat, massal, mudah, murah, meriah dan fisiologis(bermanfaat dan aman). Massal adalah ajang silaturahim, ajang pencerahan stres,ajang komunikasi sosial.

Jadi olahraga kesehatan membuat manusia menjadi sehat jasmani,rohani dan sosial, yaitu sehat seutuhnya sesuai konsep sehat WHO. Adekuat artinyacukup, yaitu cukup dalam waktu (10 – 30 menit) dan cukup intensitasnya. MenurutCooper (1994) intensitas olahraga yang cukup, yaitu apabila denyut nadi latihanmencapai 65-80 % DNM sesuai umur (Denyut Nadi Maksimal sesuai umur= 220 – umur dalamtahun) (H.Y.S. Santosa Giriwijoyo, 2007: 1-2).Selama ini yogadan olahraga yang menyangkut meditasi lebih dipercaya bisa menenangkan pikiran.Tetapi jika anda sedang tak ingin menahan pose dalam waktu lama dan lebihringan, berolahraga kardio dengan intensitas lebih tinggi.

Disarankan untuk memiliholahraga renang, air bisa membantu kita menenangkan diri. Belum lagi, dengan renangtubuh jadi lebih lelah dan membantu kita untuk tertidur, yang merupakan hal pentinguntuk menanggulangi stres (Kompas, 2011: 1). Menurut Yuli (2010: 1-2) berbagaipenelitian menyebutkan bahwa olahraga merupakan salah satu cara melepas stresyang efektif. Selama berolahraga tubuh kita menghasilkan enzim yang disebut endorphin,satu jenis morfin alami yang memicu rasa senang dan rileks. Jasper menuturkan,setelah 25 menit, maka mood orang yang berolahraga akan lebih baik, stresberkurang dan akan merasakan energi tubuh yang lebih.

         BABIIIKESIMPULANA.  SimpulanBerdasarkanpembahasan makalah yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Olahraga sudahmerupakan suatu kebutuhan hidup sehari-hari, seperti halnya makan. Olahragayang dilakukan secara teratur dan terukur dapat menurunkan berat badan,mencegah penyakit, dan mengurangi stres.

Disamping itu untuk mengurangi stres perludiciptakan keseimbangan dalam hidupnya, baik pekerjaan, istirahat, makan, olahraga,dll.