konsep dan standar sosial. Dalam konteks keluarga,

konsep
mengenai pola asuh ini sudah berapa kali mengalami perubahan sesuai dengan
perubahan jaman, sebab dari jaman dulu keluarga berfungsi sebagai penerus
budaya dari generasi ke generasi selanjutnya selanjutnya secara dinamis sesuai
dengan penerus budaya dari generasi ke generasi selanjutnya secara dinamis
sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Pengasuhan
merupakan bagian yang paling penting dalam sosialisasi, proses dimana anak
belajar untuk bertingkah laku sesuai harapan dan standar sosial. Dalam konteks
keluarga, anak mengembangkan kemampuan mereka dan membantu mereka untuk hidup
didunia. Menurut Darling (dalam prasetawi, 2000), pola asuh merupakan aktivitas
kompleks yang mencakup berbagai tingkah laku spesifik yang bekerja secara
individual dan serentak dalam mempengaruhi tingkah laku anak.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Melalui
pengasuhan dan interaksi sosial, dengan demikian pengasuhan dapat diartikan
sebagai sosialisasi seperti bayi yang baru belajar adaptasi saat meminum ASI.
Sedangkan Dantes memberikan pengertian pengasuhan sebagai pola pendekatan dan
interaksi antara orang tua dengan anak dalam pengelolaan didalam keluarga.

Pola
pengasuhan adalah proses manusiawi atau mendewasakan manusia secara manusiawi,
yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan jaman.
Menurut Darling (2003:1) mendefinisikan pengasuhan orang tua adalah aktivitas
komplek termasuk banyak perilaku spesifik yang dikerjakan secara individu dan
bersama-sama untuk mempengaruhi pembentukan karakter anak. Pola asuh orang tua
adalah daya upaya orangtua dalam memainkan aturan secara luas di dalam
meningkatkan pertumbuhan anaknya. Kemudian pengasuhan berasal dari kata asuh
yang berarti menjaga, merawat dan mendidik anak kecil.

 

Oleh karena itu dalam
kaitannya dengan pemeliharaan dan pengasuhan anak ini, ajaran Islam yang
tertulis dalam al-Qur’an, Hadist, maupun hasil ijitihad para ulama (intelektual
Islam) telah menjelaskannya anak pra kelahiran anak, maupun pasca kelahirannya.
Allah SWT memandang bahwa anak merupakan perhiasan dunia.